Why NeuroLeadership

The Dreams & Concern

  1. Menciptakan kelompok pemimpin bangsa dalam berbagai tingkatan di Indonesia dalam rangka mewujudkan Kepemimpinan Indonesia Unggul, Maju, Cerdas dan Modern yang berke-Waskita-an berbasis neurosains.
  2. Dunia memasuki era yang terAugmentasi. Sebuah era yang digambarkan sebagai era yang terekayasa, yang berubah-ubah, serta memiliki kehidupan yang lebih baik dengan kemajuan berbagai teknologi.
  3. Hidup di dunia yang hyperconnected world dengan pengaruh yang sangat kuat dari perkembangan teknologi menyebabkan masalah dan tantangan serta potensi yang muncul semakin besar dan beragam.
  4. NeuroLeadership Indonesia believe bahwa potensi bangsa dan negara Indonesia masih jauh lebih besar dan berkualitas dari apa yang telah dihasilkan saat ini.

Pemahaman Umum Tentang Brain

1. Membangun kesadaran bahwa pikiran, perilaku dan kinerja otak merupakan satu kesatuan yang utuh
Bahwa riset neurosains terkini melaporkan bahwa ada hubungan yang sangat erat antara perilaku dan otak manusia. Dengan menggunakan alat pencitraan PET di dapatkan sedikitnya ada 5 area besar otak yang berhubungan dengan perilaku manusia: PFC, Girus Cingulat, Basal Ganglia, Sistem Limbik dan Lobus Temporalis.

2. Otak nomal dan otak sehat
Otak yang sehat (bukan sekedar otak yang normal) dapat "menghasilkan" cara berpikir yang baik dan cara berpikir yang baik dapat "menghasilkan" perilaku yang baik. Dan perilaku yang baik dapat menyehatkan otak (otak sehat).

NeuroLeadership solution bisa membantu mengembangkan kapasitas kelenturan cortex bagi para Leaders menghadapi VUCA. Dengan kemampuan mengkalibrasi mental effort menjadi lebih efisien dan selaras dengan basic principles of the Brain mampu memunculkan Resilien, Inovasi, Kolaborasi dan Perubahan yang dibutuhkan to Thrive in the Midst of VUCA. Dengan mengenali aktivitas PFC maka kita bisa menaksirkan apakah dopamin turun atau naik atau normal.

Pentingnya NeuroLeadership bagi Leader: Meng-Empower Leader untuk tetap “Confidence & Composure” bertumbuh di tengah dunia “VUCA dan Augmented world”. Dengan kecerdasan baru “Brain Intelligence” Leader siap merangkul dan menTransformasi “disruption” menjadi “Complete Transformation”

Nilai Tambah Neuroleadership

Dengan pendekatan neuroscience kita bisa memahami perilaku leader dari hard aspect yaitu otak. Otak lebih mudah dipahami karena bersifat fisik, kita bisa merasakan otak kita secara langsung. Yang menarik, dibalik kompleksitasnya ternyata otak memiliki mekanisme otak yang sederhana, dimana kalau kita paham mekanisme dasarnyanya, kita bisa secara cepat menjinakkan ledakan-ledakan emosi yang berasal dari sistem limbik. Dan ternyata bisa membuat tularan emosi positif yang cepat di lingkungan kita sehingga lebih mudah dan cepat menciptakan kolaborasi, engagement dan perubahan.

Kepemimpinan adalah kemampuan mempengaruhi dan memfasilitasi perubahan. Berbasis ilmu terapan neuroscience terkini, program ini telah banyak memberikan pencerahan dan peningkatan kualitas kepemimpinan secara signifikan.

Agar bukan sekedar bertahan bahkan menyerang di era VUCA ini, maka model SDM perusahaan harus berpola pikiran tenang, cepat, lincah, kreatif – analitik, flexibel/adaptif, dan simple.