NEUROLEADERSHIP
INDONESIA INSTITUTE

Transforming Leadership Effectiveness with the Brain in Mind

MAKNA NEUROLEADERSHIP

Disebut NeuroLeadership karena merupakan perpaduan interdisiplin bidang ilmu sifat-sifat neuron otak berkaitan dengan praktek-praktek pada Kepemimpinan dan Manajemen. Menunjukkan interkoneksi/interface dari berbagai aplikasi pada kognitif sosial, afektif, kognitif dan integrative neuroscience dengan praktek dan teori Kepemimpinan dan Management social science.

WHY NEUROLEADERSHIP.

Dengan pendekatan neuroscience kita bisa memahami perilaku leader dari hard aspect yaitu otak. Otak lebih mudah dipahami karena bersifat fisik, kita bisa merasakan otak kita secara langsung. Yang menarik, dibalik kompleksitasnya ternyata otak memiliki mekanisme otak yang sederhana, dimana kalau kita paham mekanisme dasarnya, kita bisa secara cepat menjinakkan ledakan-ledakan emosi yang berasal dari sistem limbik. Dan ternyata bisa membuat tularan emosi positif yang cepat di lingkungan kita sehingga lebih mudah dan cepat menciptakan kolaborasi, engagement dan perubahan.

HOW NEUROLEADERSHIP HELPS

Salah satu terapan NeuroLeadership pada Milenial adalah membangun karakter resilient dan collaboration berbasis terapan neuroscience.

Milenial adalah generasi cerdas dan instan serta memiliki energi yang tinggi. Namun bila tidak disertai dengan brain yang sehat maka destruktif limbik akan sering mengambil alih potensi kekuatan tersebut.

Pada akhirnya bukan menciptakan sinergi dan engagement namun menciptakan kegaduhan dan konflik dengan generasi sebelumnya. Sangatlah disayangkan.

NeuroLeadership menjadi complementary advance skillset dari setiap generasi untuk menciptakan terobosan berkelanjutan yang bernilai tambah tinggi

The Objective

NeuroLeadership Indonesia Institute Program

1.

Dengan pendekatan neuroscience kita bisa memahami perilaku leader dari hard aspect yaitu otak. Otak lebih mudah dipahami karena bersifat fisik, kita bisa merasakan otak kita secara langsung.

2.

Yang menarik, dibalik kompleksitasnya ternyata otak memiliki mekanisme otak yang sederhana, dimana kalau kita paham mekanisme dasarnya, kita bisa secara cepat menjinakkan ledakan-ledakan emosi destruktif yang berasal dari sistem limbik.

3.

Dan ternyata bisa membuat tularan emosi positif yang cepat di lingkungan kita sehingga lebih mudah dan cepat menciptakan kolaborasi, engagement dan perubahan.

4.

Kepemimpinan adalah kemampuan mempengaruhi dan memfasilitasi perubahan. Berbasis ilmu terapan neuroscience terkini, program ini telah banyak memberikan pencerahan dan peningkatan kualitas kepemimpinan secara signifikan.

SEND US A MESSAGE.

    Head Office :

    Bintaro Business Center
    Jl. RC Veteran No. 1-I, Suite 304,
    Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta. 12330

    Phone :

    +6221 736 2639 ext 304

    Email :

    info@leadership.id