Semua aktivitas kehidupan manusia “pabrikasi”nya ada dalam otaknya . Otak yang dibangun oleh milyaran neuron (sel saraf) melakukan aktivitas yang sangat rumit dengan melibatkan sistem kimiawinya ( neurotransmitter ) dan kelistrikannya menghasilkan pikiran, sikap dan perilaku manusia.
Merencanakan, memilih & memutuskan dan menilai ( moral cognition ) adalah 3 kecakapan manusia yang di hasilkan dari kinerja otaknya. Semua perilaku kehidupan membutuhkan 3 kecakapan diatas, termasuk dalam berinvestasi.

CERDAS INVESTASI,

Beberapa investor melakukan investasi dengan berbagai strategi. Ada yang strateginya bagus dan beberapa yang lainnya menggunakan strategi yang kurang bagus bahkan berakibat sangat fatal.

Mereka menggunakan data/informasi yang sama, variabel pasar yang sama, namun ternyata keputusan/pilihannya bisa berbeda-beda.

 

Apa yang membedakannya ?

Terdapat aset penting (melebihi aset modal, obligasi atau intrumen saham apapun) yang tidak nampak yang dimiliki manusia. Aset tersebut memiliki fungsi untuk memahami, mempelajari, menggunakan semua hal yang dibutuhkan dalam perilaku investasi_ ia adalah OTAK manusia.

Pikiran dan dorongan-dorongan emosi ( spt kecemasan, takut dll ) serta Ego seorang investor memiliki peran yang sangat penting dalam memilih dan memutuskan teruma saat memutiskan sebuah binvestasi.

Adanya jebakan-jebakan pikiran dan emosi yang membuat proses keputusan seorang investor menjadi tidak akurat. Salah satunya adalah prinsip otak yang tidak bisa membedakan antara “realitas wilayah” dengan “realita peta”. Artinya otak tidak bisa membedakan antara realita yang sesungguhnya (nyata) dengan pikiran/emosi yang di dalam otak atau sering kita sebut prasangka. Sebuah prasangka yang kita yakini bisa menjadi realita yang nampaknya benar2 nyata.Menentukan investasi dengan hanya menggunakan “realita peta” akan menjauhkan kita dari keberhasilan.

 

Saat kondisi perubahan dunia yang sangat cepat, berinvestasi dengan memahami bagaimana cara kerja otak (untuk investasi ) adalah hal yang sangat penting. Karena pikiran, emosi, sikap dan perilaku dalam investasi…. semuanya terjadi dalam otak manusia.

 

Oleh karenanya, setiap investor “wajib” memgenali,memahami bagaimana otak manusia bekerja dalam aktivitas Investasi.

Dan salah satunya adalah aset yang sangat berharga yaitu Otak emosi.

 

Wai-Yee Chen

Wai-Yee Chen , seorang penasehat investasi individu yang sering menjadi narasumber dari CNBC TV dan Sky Business menjelaskan secara detail dalam bukunya “NeuroInvesting dan Emotional Intellegence for Invesment” , tentang penting ketrampilan mengelola Otak Emosi sebagai panduan dalam berinvestasi.
Sebagai seorang penasehat investasi , Wai-Yee Chen bertahun-tahun mengamati kliennya membuat keputusan investasi. Beberapa kliennya melakukan keputusan investasi dengan bagus, beberapa lainnya tidak begitu bagus dan beberapa yang lainnya sangat buruk bahkan berakhir “bencana”.

Mengapa bisa terjadi demikian ?
Padahal mereka juga menggunakan data yang sama dan merekapun mengetahui variabel pasar yang sama, namun yang terjadi mereka membuat pilihan/keputusan yang berbeda dengan hasil yang berbeda pula.
Menurut Wai-Yee Chen lagi bahwa perbedaan tersebut terjawab dalam neurosains sebuah ilmu yang membahas bagaimana otak bekeja dan bagaimana orang berpikir hingga dapat menentukan pilihan yang tepat (menurut dirinya).

 

KONDISI DUNIA YANG CEPAT BERUBAH.

Otak manusia memberikan kontribusi yang sangat luas atas pilihan dan keputusan kehidupan termasuk dalam berinvestasi.
Kemampuan adaptasi, keputusan yang cepat dan berkwalitas serta kemampuan mengelola dorongan-dorongan emosi menjadi hal yang sangat penting.
Kecakapan berpikir rasio dan berpikir emosi seperti perasaan takut, ingin survive dan pilihan atas nilai2 yang tepat dapat mempengaruhi pilihan keputusan anda yang efektif dan dinamis.

 

NEUROINVESTING

 

NeuroInvesting berasal dari kata Neuro atau Neuron dan Investing atau kegiatan yang berhubungan dengam investasi / saham.

NeuroInvesting adalah sebuah studi yang mempelajari bagaimana otak manusia bekerja ketika seseorang mengambil pilihan dan keputusan berinvestasi. Dengan menggabungkan teori sel saraf (neuron) yang mutakhir ( Neurosains ) dengan strategi Investasi. Melalui proses mempelajari, memahami, menggunakan dan mempraktekkan Otak Emosi yang cerdas ( Smart Limbic ).

 

NEUROINVESTING = Neurosains + Investasi

 

Otak manusia adalah intrumen yang sangat luar biasa, dapat menjafi pemandu yang brilyan saat anda dan saya berinteraksi dengan dunia pasar investasi / saham. Meskipun demikian, otak juga “figurator realita”. Anda dan saya dapat menciptakan realita dengan menggunakan makna, membentuk kepercayaan dan membuat penilaian pasar.

 

Piranti Otak Untuk NeuroInvesting.

Sedikitnya ada 6 area otak yang memiliki peran dalam berinvestasi :

  1. PFC (pre frontal cortex)
  2. Limbic Syatem
  3. Striatum ( Basal Ganglia)
  4. NAcc (Nucleus Accumbens)
  5. VTA ( ventral tegmentum area)
  6. Neurotransmitter ( Dopamin dkk )

Ke 6 area otak secara interkoneksi dan interdepedensi memiliki peran yang sangat penting dalam proses berinvwstasi.

NeuroInvensting Untuk Kehidupan.

Kecakapan memandu dunia pasar investasi dipengaruhi oleh 2 hal kebutuhan dasar utama manusia :

  1. Kebutuhan akan kelangsungan hidupnya.
  2. Kebutuhan akan kebahagiaan.

Kedua kebutuhan diatas selalu bersama-sama manusia terutama saat manusia memastilan tujuan hidupnya.

Laksana 2 titik ikatan tali dalam busur panah, kebutuhan kelangsungan hidup berada di titik tali sebelah kanan dan kebutihan kebahagiaan berada pada titik tali sebelah kiri.

Panah yang diarahkan pada TUJUAN HIDUP nya berada di tengah2 busur. Dengan ketegangan tali busur yang menyeimbangkan 2 titik ikatan talinya dan semakin ketarik/semakin tegang talinya maka panahpun melesat sesuai titik yang dituju_ titik Tujuan Kehidupan.

Seperti itulah Wai memberi gambaran bila seseorang akan menentukan keputusan dalam berinvestasi. Dua kebutusan dasar utama menjadi bagian yang tak terpisahkan dari proses keputusan investasi.

Dan Wei juga mewanti-wanti bahwa kedua kebutuhan diatas sangat dipengaruhi oleh Kecemasan, Ego dan dorongan kecerobohan (Impulsif), yang semuanya dapat mempengaruhi sukses atau gagalnya anda berinvestasi.

 

Bagaimana dengan anda ?

SalamOS
DAZ

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *