Kognitif Overload adalah terminologi yg digunakan untuk menunjukkan kondisi otak yg berlebihan dalam berpikir dan beraktivitas. Dampak yg muncul adalah semakin tidak efektif kita dalam melakukan sebuah kegiatan atau tugas.

Menurunnya kualitas efektivitas ini diakibatkan dalam perspektif otak terjadi penurunan kualitas sinaptic antar neuron karena semakin banyak neurotransmitter cortizol yg dikeluarkan. Cortizol di otak bila diproduksi berlebihan akan menyebabkan kemampuan otak menerima informasi semakin sedikit, berpikir analitis kreatifnya juga macet dan sulit membangun kolaborasi dengan pihak lain. Dengan kata lain kita menjadi lebih reaktif dalam merespon setiap tugas dan tantangan.

Untuk menjadi Proaktif dalam merespon setiap situasi dan kondisi maka kita perlu membangun sebuah kapabilitas yg memampukan kita untuk menggunakan dan mengelola otak dengan lebih optimal untuk memunculkan potensi kekuatan unik Kita. Salah satu ketrampilannya adalah menghindari terjadinya Kognitif Overload di otak kita.

Kunci memghindari kognitif overload adalah menyadari bahwa otak kita punya 2 proses bepikir sadar dan bawah sadar. Kita perlu lebih cerdas dalam menggunakan kedua sistem itu.

Bila anda sedang dalam tugas baru maka anda akan menggunakan sistem sadar anda yg sangat boros dalam pemakaian energi. Untuk anda ketahui otak adalah organ tubuh manusia yg paling konsumtif dalam menggunakan energi tubuh. Tips untuk menggunakan sistem ini adalah biasakan anda selalu menetapkan goal yg simpel dan tidak boleh lebih dari 3. Untuk menjaga kapasitas agar tidak overload. Setelah itu buatlah dalam sebuah cerita bagaimana anda akan mewujudkannya. Bayangkan melalui visualisasi bagaimana semuanya terjadi pada akhirnya. Disini kita menggunakan sistem bawah sadar untuk membangun sinaptic secara otomatis, dimana otak memiliki kemampuan neuroplasticity yg bila dikombinasi dengan kondisi yg tepat (emosi positif, keheningan, perenungan rileks, fokus pada solusi) bisa memunculkan Insight atau inovasi.

Bila kita senantiasa melatih ketrampilan ini maka kita akan terhindar dari kondisi Kognitif Overload yang hanya akan membawa kita pada inefektivitas kinerja.

Selamat mencoba dan bereksplorasi.

Salam NeuroLeadership Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published.